Senin, 26 Maret 2012

Pemanfaatan Bahan Kimia Di Rumah Tangga

Bahan kimia rumah tangga adalah bahan-bahan kimia yang sering kita jumpai dan dipergunakan  di dalam rumah tangga. Beberapa  bahan kimia  rumah tangga dapat dikelompokkan menjadi bahan pembersih, pemutih, pewangi, dan pestisida, bahan tersebut banyak terdapat di lingkungan kita, mari kita pelajari lebih jauh tentang bahan kimia rumah tangga!


Penggolongan Bahan Kimia
Dalam kehidupan sehari-hari tentu banyak kita jumpai bahan kimia yang dipergunakan dalam rumah tangga, namun untuk memudahkan mempelajarinya kita dapat mengelompokkan bahan kimia dalam rumah tangga menjadi dua berdasarkan sifatnya, yaitu:

A. Bahan Kimia Alami

Yang termasuk bahan kimia alami adalah bahan-bahan yang berasal dari alam dan di dalamnya terkandung senyawa-senyawa kimia, misalnya kunyit, bawang, sereh, daun jeruk, jahe dan lain-lain.


B. Bahan Kimia Sintetis (Buatan)

Sedangkan bahan yang dapat digolongkan sebagai bahan kimia sintetis atau buatan yaitu bahan atau produk yang dihasilkan dari proses reaksi kimia, misalnya pemutih, pewangi, pembersih, dan pestisida.



Manfaat Bahan Kimia Rumah Tangga
Banyak bahan kimia rumah tangga yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat itu dapat dikelompokkan antara lain:

1. Sebagai bahan pembersih
2. Sebagai bahan pemutih
3. Sebagai bahan pewangi
4. Pestisida
1.      Bahan Pembersih
Bahan pembersih adalah bahan kimia dalam rumah tangga yang bermanfaat sebagai pembersih. Bahan kimia yang termasuk dalam kelompok ini yang dapat membantu proses pencucian yaitu melepaskan kotoran dari tempatnya menempel dan menahan agar kotoran yang telah terlepas tetap tersuspensi.



a). Sabun

Reaksi dalam pembuatan sabun:
Gliserin + NaOH (soda api) http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/panah.jpg gliserol + natrium karboksilat (sabun)

b). Detergen

 Reaksi pembentukan detergen:
Lauril alkohol + asam sulfat http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/panah.jpg lauril hidrogen sulfat
Lauril hidrogen sulfat + Soda api http://www.e-dukasi.net/file_storage/materi_pokok/MP_378/Image/panah.jpg Detergen

Prinsip kerja sabun dan deterjen:
  • Air dan lemak/kotoran tidak bercampur.
  • Sabun maupun deterjen memiliki dua bagian, yaitu bagian lipophob dan bagian lipophil.
  • Bagian lipophob atau bagian hidrophil bersifat polar sehingga dapat melarut dalam air yang juga bersifat polar.
  • Bagian lipophil atau hidrophob bersifat non polar sehingga dapat bercampur dengan lemak-lemak atau kotoran.
  • Dengan adanya sabun atau deterjen maka air dan lemak/kotoran dapat bercampur, sehingga lemak/kotoran dapat dihilangkan dari tempatnya menempel.

c). Sampo



2.      Bahan Pemutih

Bahan pemutih adalah senyawa kimia yang biasa dipergunakan dan dimanfaatkan selain sebagai pemutih pada bahan tertentu juga sebagai penghilang noda maupun desinfektan.


Pemutih berdasarkan wujudnya dapat dibedakan menjadi dua :

a). Padat(bubuk putih)

Sebagai kalsium hipoklorit dengan rumus kimianya Ca(OCl)2 , pada umumnya masyarakat mengenal sebagai kaporit. Kaporit dapat dimanfaatkan dalam mensterilkan air dari bakteri.

b). Cair

Pemutih cair biasa disebut sebagai natrium hipoklorit (NaOCl)
Selain dalam komposisi senyawa tersebut pemutih cair umumnya juga mengandung : alkyl sulphate, parfum (jika diperlukan) dan air. Di pasaran produk pemutih cair biasanya mengandung natrium hipoklorit dengan konsentrasi sekitar 12%-13%. Alkyl sulphate dalam merek dagang sering disebutemal-70 ditambahkan dan berfungsi sebagai penghilang noda (stain remover).



3.      Bahan Pewangi

Pewangi atau parfum adalah hasil percampuran berbagai macam bahan pewangi (fragrance) yang bersifat mudah menguap. Produk yang sering ditambahkan bahan pewangi antara lain adalah sabun, detergen, sampo, pembersih kaca, pelembut pakaian, pengharum ruangan bahkan untuk memberikan aroma wangi  pada badan manusia.

Komposisi pewangi umumnya adalah etil alkohol (50%-90%) difungsikan sebagai pelarut, air suling(5%-20%) dan fragrance (10%-30%)


Tetapi, selain memberikan manfaat wangi, kandungan yang terdapat dalam parfum juga memiliki efek samping.




       4.   Pestisida
Pestisida adalah termasuk bahan kimia yang dipergunakan untuk membasmi hama, gulma, serangga dan hewan pengganggu tanaman.

Pestisida dapat dibedakan menjadi :

a. Insektisida

Insektisida adalah bahan kimia pembasmi serangga.
Insektisida di dalam rumah tangga biasanya difungsikan untuk membasmi nyamuk. Kandungan bahan kimia aktif dalam insektisida adalah transflutrin, khususnya pada jenis anti nyamuk bakar diambil khasiatnya melalui asapnya yang menyebar ke seluruh ruangan. Namun masih banyak produk insektisida yang difungsikan dalam dunia pertanian, misalnya: Regent, Dursban, Shenphos 56 TI.


b. Fungisida

Adalah jenis pestisida yang dipergunakan untuk membasmi jamur atau  parasit.

c. Bakterisida

Adalah pestisida pembasmi bakteri dalam  dunia pertanian.
 
d. Rodentisida

Adalah pestisida pembasmi tikus.
 

e. Nematisida

Adalah jenis  pestisida pembasmi cacing.

f. Moluskisida

Adalah jenis  pestisida pembasmi moluska atau siput pengganggu tanaman.
 
g. Herbisida

Adalah senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil (gulma).


Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting sepertipatiasam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar